BROMO ASYIK
oleh : alif taufiq
Pada tanggal 22 sampai dengan 27 Januari tahun 2018, kami angkatan Heksadraga menjalani kegiatan Studi Lapangan. Studi Lapangan merupakan aktivitas pembelajaran labsky ke luar kota untuk menambah pengalaman dengan bertemu hal hal yang baru. Pada tahun ini, studi lapangan kelas 11 dilakukan ke Surabaya dan Malang. Untuk perjalanan pertama yaitu dari Jakarta ke Surayaba, kami menaiki Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Perjalanan tersebut ditempuh sekitar 10 jam .Kami berangkat dari Stasiun Gambir pada pukul Sembilan malam. Setelah perjalanan, kami tiba di Surabaya pada pukul delapan pagi. Meskipun lumayan lama, saya mengobrol dan bermain di dalam kereta sehingga waktu tidak terasa berlewat terlalu lama.
Kegiatan Studi lapangan kami memiliki banyak tujuan yaitu Amartim, Universitas Airlangga, P.T Maspion, Sekolah Menengah Atas Selamat Pagi Indonesia, Museum Angkut, Batu Night Spektakuler, dan lain-lain. Walaupun semua kunjungan kita menarik dan memiliki keseruan-keseruan tersendiri, bagi saya yang sangat berkesan adalah kunjungan kami ke bromo.
Kami dibangunkan pada jam 11 malam karena perjalanan ke gunung bromo menepuh waktu yang lama. Saya dan teman teman sekamar segera menuju ke lobby hotel kami menumpang mobil golf hotel yang sedang berpatroli disana karna kamar kami lumayan jauh dari lobby. Setelah menunggu sebentar rombongan heksadraga sudah siap di lobby dengan mengenakan berbagai pakaian penghangat dari jaket hingga sarung tangan. Kami diberikan box makanan dan segera menuju ke mobil elf yang telah dibagi-bagi berdasarkan absen kelas.
Pada tanggal 22 sampai dengan 27 Januari tahun 2018, kami angkatan Heksadraga menjalani kegiatan Studi Lapangan. Studi Lapangan merupakan aktivitas pembelajaran labsky ke luar kota untuk menambah pengalaman dengan bertemu hal hal yang baru. Pada tahun ini, studi lapangan kelas 11 dilakukan ke Surabaya dan Malang. Untuk perjalanan pertama yaitu dari Jakarta ke Surayaba, kami menaiki Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Perjalanan tersebut ditempuh sekitar 10 jam .Kami berangkat dari Stasiun Gambir pada pukul Sembilan malam. Setelah perjalanan, kami tiba di Surabaya pada pukul delapan pagi. Meskipun lumayan lama, saya mengobrol dan bermain di dalam kereta sehingga waktu tidak terasa berlewat terlalu lama.
Kegiatan Studi lapangan kami memiliki banyak tujuan yaitu Amartim, Universitas Airlangga, P.T Maspion, Sekolah Menengah Atas Selamat Pagi Indonesia, Museum Angkut, Batu Night Spektakuler, dan lain-lain. Walaupun semua kunjungan kita menarik dan memiliki keseruan-keseruan tersendiri, bagi saya yang sangat berkesan adalah kunjungan kami ke bromo.
Kami dibangunkan pada jam 11 malam karena perjalanan ke gunung bromo menepuh waktu yang lama. Saya dan teman teman sekamar segera menuju ke lobby hotel kami menumpang mobil golf hotel yang sedang berpatroli disana karna kamar kami lumayan jauh dari lobby. Setelah menunggu sebentar rombongan heksadraga sudah siap di lobby dengan mengenakan berbagai pakaian penghangat dari jaket hingga sarung tangan. Kami diberikan box makanan dan segera menuju ke mobil elf yang telah dibagi-bagi berdasarkan absen kelas.
Perjalanan dari hotel ke bromo memakan waktu yang cukup lama, sekitar tiga jam. Kami pun mendapatkan kesempatan untuk tidur kembali. saat sampai Kami menuju ke tempat perkumpulan mobil-mobil jeep. Suhu udara diluar elf sangat dingin banyak teman-teman saya yang membeli sarung tangan, jas hujan, dan syal untuk mempersiapkan diri dari dinginnya bromo nanti. Jeep tang sudah disiapkan itu yang akan membawa kami ke situs-situs tur Bromo. Akhirnya kita pun menaiki Jeep dan memulai perjalanan keatas.
Pemberhentian pertama kami merupakan di situs untuk menonton sunrise atau matahari terbit. Dari tempat parkirnya Jeep ke tempat menonton sunrise, kami harus berjalan lagi lumayan jauh karena mobil Jeep tidak diperbolehkan di tempat tersebut. Perjalanan kesana sangat berbatu-batu dan kami masih harus berjalan lelah dan kedinginan untuk cukup lama, baru kami akhirnya sampai di tempat menonton sunrise. Sayangnya, cuaca pada hari itu sangat mendung dan berkabut, sehingga kami tidak dapat melihat sunrise. Yang terlihat hanya kabut dan awan putih . kami pun kecewa dan kami duduk disebuah warung dan memesan secangkir kopi.
Setelah dari tempat menonton sunrise, kami menuju ke kawah bromo dengan menaiki Jeep lagi. Perjalanan dari tempat menonton sunrise ke kawah bromo memakan waktu sekitar 15 menit. Berbeda dengan tempat menonton sunrise, kawah bromo sangat berangin sehingga badan yang setelah terkena basah menjadi tambah dingin lagi. Di kawah bromo terdapat padang pasir abu-abu gelap yang sangat luas dan lapang. Disini juga terdapat kuda yang dapat dinaiki untuk lebih mendekati kawah. Saya dan teman teman menaiki kuda dan mengelilingi kawah bromo ditengah tengah perjalanan saat saya menunggang kuda kaki saya terkena kram dan kuda saya malah brlari lebih cepat, joki kuda saya pun panik karena ia takut kalau saya jatuh. Setelah turun dari kuda dan kram saya sembuh kami berfoto foto dengan pose yang ceria.
Setelah itu, kami masuk kembali ke jeep dan langsung menuju bukit teletubbies. Perjalanan kira kira sepuluh menit. Bukit teletubbies merupakan lapangan rumput yang luas tepat di sebelah bukit. Tempat ini cocok untuk berfoto foto. Udara di sana cukup dingin walaupun tidak lebih dingin daripada kawah bromo. Bukit teletubbies juga menyediakan toilet untuk yang memerlukan. Selain itu, juga ada beberapa tempat makan seperti ada yang menjual pop mie dan minuman. Bukit teletubbies sangat identik dengan pemandangan yang anda lihat jika menonton acara anak - anak teletubbies padag rumput yang hijau, awan yang tebal dan bukit bukit yang indah.
Setelah selesai kami berbalik kembali ke Pasir Berbisik untuk berfoto sebentar lalu pulang. Dari Gunung Bromo kami kembali ke Batu dan membeli oleh-oleh serta makan siang. Saya tidak turun untuk membeli oleh-oleh karena tidak ada yang ingin dibeli.
kunjungan kami ke bromo tak akan pernah saya lupakan pemandangannya, orang orangnya, dan cerita di dalam nya akan terkenang seumur hidup.

Comments
Post a Comment