Kunjungan Ke Museum Polri Jakarta
Oleh : Teuku Muhammad Revanza Revikashah
Kelas : XI IPS 1
Museum Polri berada di komplek Markas Besar alias Mabes Polri, di depannya berdiri patung Soekanto Tjokrodiatmodjo yang menghadap jalan layang busway jurusan Ciledug-Tendean yang sempet jadi viral karena untuk menuju ke haltenya kita mesti menaiki 118 anak tangga. Soekanto Tjokrodiatmodjo adalah kepala Polri yang pertama dan dianggap sebagai Bapak Kepolisian Indonesia yang meletakkan dasar kepolisian modern Indonesia. Ia menduduki jabatan itu cukup lama, 14 tahun, dan masih belum tertandingi oleh siapapun yang menjadi Kapolri sesudahnya.
Koleksinya
antara lain terdiri dari foto-foto bersejarah, macam-macam senjata, replika bom
bali, foto satelit yang mengabadikan gelombang tsunami Ada juga koleksi pakaian
seorang alumni akpol yang tewas sewaktu berusaha menyelamatkan korban tsunami,
Mini Ruwa, Evokatif, Patung, Foto, Senjata berat, Senjata ringan, Pistol,
Senjata tradisional, Tombak/Pedang, Kaporlap, Replika Bom Bali, Diratram, dan
sebagainya.
Salah satu koleksi yang
terdapat pada museum tersebut adalah patung polisi pada zaman Jepang yang di
pajang di sebuah ruangan. Pada saat kedatangan jepang di Indonesia 8 Maret 1942,
susunan Organisasi Kepolisian terbagi-bagi menjadi regional tidak terpusat dan
masing-masing regional mempunyai kantor pusat sendiri-sendiri. Jumlah Polisi
yang diserah terimakan dari pemerintah Belanda sebanyak 31.620 orang yang
terdiri dari, 10 Hopkomisaris, 117 Komisaris Polisi, 13 Wedana Polisi, 63
Hopinspektur Polisi, 88 asisten wedana, 545 Inseptur Polisi, 1.463 Mantri
Polisi, 513 Hopagen Polisi, 154 Hopposhui Komandan, 2.582 Poshuis Komandan/
Resrse dan 26.073 agen Polisi
Kepolisian di Indonesia pada zaman ini terbagi menjadi 4
Regional :
- Kepolisian
yang berkantor pusat di jakarta, membawahi Kepolisian dipulau jawa dan
Madura, dibawah pimpinan balatentara angkatan darat (Rikugun).
- Kepolisian
di pulau Sumatera berkantor pusat dibukit tinggi, dibawah kendali bala
tentara angkatan darat (Rikugun).
- Kepolisian
regional timur besar meliputi pulau-pulau Sulawesi, Maluku, Irinbarat,
berkantor pusat di Makasar dibawah kendali (Pemerintah) bala tentara
angkatan laut (Kaigun).
- Kepolisian
dipulau Kalimantan berkantor pusat dibanjar masin dibawah Pemerintah bala
tentara angkatan laut (Kaigun).
Tahun 1944 Lahir Tokubetsu Keissatsu Tai (Polisi
Istimewa), dibentuk pada setiap syu, Kochi dijawa dan Madura, yakni sebuah
pasukan yang mobil dan mempuyai persenjataan yang lebih lengkap daripada
persenjataan warisan dari Polisi Hindia Belanda. Pembentukan pasukan ini
dimaksudkan agar dapat digerakan sebagi pasukan penggempur dibawah pemerintah
Syu Chaing Butyo, dengan sebutan Tokubetsu Keisatsu Tai. Pasukan ini disebut
karesidenan mempunyai jumlah anggota antara 60 orang sampai 150 orang.
Penetapan jumlah anggota sangat dipengaruhi oleh letak
dan arti pentingnya suatu karesidenan. Karesidenan priangan dan surabaya juga
kota Praja Istiwewa Jakarta masing-masing mempunyai jumlah anggota yang lebih
banyak bila dibandingkan karesidenan lainnya. Kesatuan Polisi ini dipersenjatai
Karabijn, Water mantel, untuk masing-masing anggota dan ditambah dengan
beberapa senapan mesin. Maksudnya agar kesatuan ini dapat dipergunakan dan
digerakan apabila terjadi gangguan ketertiban dan keamanan umum yang tingkat
intensitasnya tinggi seperti, huruhara, kerusahan dan perampokan.
Nilai –nilai kejuangan Polisi yang terkandung dari
sejarah pada Zaman Penjajahan Jepang : Bahwa tugas Polri mencakup berbagai
aspek kehidupan masyarakat.
Gambar patung
polisi pada zaman Jepang.

Comments
Post a Comment